Cara membuat Blog Pribadi yang menghasilkan uang

Home Umum Cara membuat Blog Pribadi yang menghasilkan uang
Cara membuat Blog Pribadi yang menghasilkan uang

Cara membuat Blog Pribadi dan dapat uang

Sering banget kita dengar, orang-orang yang kerjanya dirumah, banyak waktu lowong dengan keluarga, bebas liburan kapanpun tapi penghasilannya bikin kita kaget. Penghasilan mereka diatas rata-rata kelas manager pada perusahaan bonafit.

Menariknya, sebagian dari mereka ternyata adalah seorang blogger. Nyambi Internet Marketer juga, mungkin dengan beberapa toko online. He he he . . .

Kok bisa. Bagaimana caranya. Muncul segudang pertanyaan dari orang-orang sekitar. Akhirnya, banyak yang tertarik untuk menjadi blogger dan Internet Marketer sekaligus.

Jika anda adalah salah satunya dan penasaran bagaimana menjadi seorang blogger hingga cara membuat blog pribadi, tulisan ini sangat cocok untuk anda.

Melalui tulisan ini, kami akan memberikan beberapa informasi terkait dengan cara membuat blog, platform yang bisa anda gunakan, bagaimana cara mencari ide tulisan hingga menghasilkan uang dari blog pribadi anda.

Semoga tulisan kami ini mudah dipahami dan dipraktken.

Oke. Lets Go . . .

Cara membuat Blog Pribadi yang menarik

Contoh Blog Pribadi

Langkah awal sebelum anda bisa menghasilkan dari blog (baca: Internet) tentu saja anda harus memiliki blog terlebih dahulu. Anda bisa membuat blog sendiri secara mandiri atau menggunakan jasa pembuatan blog pribadi yang juga banyak ditawarkan di Internet.

Tapi, kalau boleh menyarankan. Kami sangat menyarankan agar anda membuat blog sendiri tanpa bantuan orang lain. Luangkan saja waktu untuk belajar membuat blog.

Banyak media yang bisa anda manfaatkan untuk belajar membuat blog sendiri, salah satunya blog kami ini.

Lalu apa yang perlu dilakukan sebelum mulai membuat blog pribadi. Berikut ini adalah daftar pekerjaan yang harus anda lakukan untuk membuat blog pribadi.

  • Menentukan & mendaftarkan nama domain
  • Menyewa Hosting
  • Menginstall website (jika menggunkan platform WordPress).
  • Mulai menerbitkan konten blog

Nah, secara umum itulah yang perlu anda lakukan saat ingin membuat blog pribadi. Agar lebih jelas, kita akan coba bahas satu-satu sehingga lebih mudah dipraktekan.

# Menentukan & Mendaftarkan nama domain

Bagian ini adalah bagian yang sulit bagi sebagian orang. Dan terkadang justru bagian termudah bagi yang lainnya. Bagian ini sulit karena bagi sebagian orang nama adalah sesuatu yang penting dan harus dipilih sebaik mungkin.

Namun, bagi sebagian lain nama tidak terlalu penting dari pada isi.

Akan tetapi, jika anda ingin tahu pola yang kami terapkan dalam memilih nama blog. Anda bisa perhatikan beberapa hal berikut ini :

Pilih nama yang pendek. Idealnya 1 – 3 kata saja. Jika memungkinkan pakailah 1 kata saja. Tapi, kami sendiri lebih banyak menggunakan 2 kata. Seperti Meetblogger, SEO Elite, SEO Zilla, Muda Preneur dan Dirham.

Mudah di eja dan diucapkan. Usahakan nama blog anda mudah di eja dan di ucapkan. Hindari kata-kata yang ambigu. Salah satu nama domain yang memunculkan 2 persepsi adalah Fanda.com, saat anda ucapkan bisa saja orang mengira alamat blognya adalah Vanda.com sehingga mereka mengunjungi blog yang berbeda denga nyang diucapkan.

Mudah di ingat. Sebenarnya ini ada korelasinya dengan poin nomor dua. Usahakan juga nama blog anda mudah di ingat. Salah satu contoh nama blog/domain yang sulit di ingat adalah : hgylk.com (huruf konsonan semua).

Brandable. Ini penting juga anda perhatikan. Siapa tahu suatu saat blog ini ingin anda jual karena memiliki brand yang kuat. Jangan salah, penulis pernah menjual website seharga 350 juta lebih dengan nama domain yang sangat kuat brandnya.

Hindari nama dari Merk dagang. Jika anda tidak ingin bermasalah dengan hukum. Hindarilah menggunakan nama-nama brand yang sudah dipatenkan perusahaan. Misalnya, aqua.com dan lain sebagainya.

Setelah anda menentukan nama domain, selanjutnya bisa mendaftarkan domain tersebut ke registrar lokal agar proses pembayarannya bisa menggunakan metode transfer bank.

Beberapa extensi domain yang cukup sering digunakan untuk blog pribadi adalah .com, .me, .id dan .net. Anda bisa memilih salah satunya yang masih tersedia.

Oke, sampai disini kami harapkan anda sudah tahu bagaimana cara memilih nama domain untuk blog pribadi anda. Kita akan masuk ke tahapan berikutnya.

Menyewa Hosting

Jika anda sudah menentukan nama domain dan kemudian mendaftarkannya. Kita masuk pada tahapan menyewa hosting (Asumsi kami anda memilih menggunakan platforim CMS WordPress).

Ada beberapa tips memilih hosting yang bisa anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk menyewanya :

Kebutuhan anda. Ada banyak sekali tipe hosting yang bisa anda beli. Mulai dari shared hosting, cloud hosting, vps dan lain sebagainya. Menurut kami, untuk anda yang barus saja memulai blog, shared hosting sudah lebih dari cukup untuk memulai.

Pilih kapasitas yang tidak terlalu kecil dan besar. Untuk awal, kapasitas hosting 1 – 5 GB sudah lebih dari cukup. Walaupun saat ini banyak hosting yang menawarkan space unlimited dengan harga murah.

Bisa Add Domain atau tidak. Jika suatu saat anda ingin membuat blog kedua, anda tidak perlu membeli hosting baru lagi karena tinggal Add on Domain pada hosting lama.

Setidaknya itulah yang perlu anda perhatikan saat ingin membeli hosting pertama kali. Ke depan jika blog anda sudah berkembang, pengunjung mulai banyak. Barulah pertimbangkan untuk menggunakan jenis hosting yang jauh lebih baik (harga lebih tinggi).

Cara membuat blog dengan WordPresss Self Host

Domain sudah didaftarkan, hosting juga sudah anda sewa. Selanjutnya kita masuk pada tahapan cara membuat blog menggunakan CMS WordPresss.

Pertama : Pointing Domain

Pointing domain adalah tindakan mengganti nameserver di registrar domain. Biasanya ada 2 nameserver yang harus kita ganti. Seperti :

ns1.registrar.com
ns2.registrar.com

Untuk masing-masing registrar biasanya memiliki cara yang berbeda. Tapi intinya, anda harus mengganti nameserver tersebut dengan nameserver dimana anda menyewa hosting.

Untuk nameserver hosting anda, biasanya dikirimkan via email saat melakukan pembelian. Anda juga bisa lihat di member area dimana anda membeli hosting.

Kedua : Membuat Database dan Username

Kita anggap domain yang anda pointing ini adalah domain pertama. Sehingga tidak perlu lagi melakukan “Add Domain” di cPanel hosting. Yang perlu anda lakukan selanjutnya hanyalah membuat database dan username.

Pada bagian “Databases” anda klik icon yang betulisan “MySQL Database Wizard

Selanjutnya kita akan diarahkan ke halaman seperti yang ditampilkan dihalaman berikut ini:

Isi bagian kosong dengan nama database yang anda inginkan, misalnya : blogger, maka nama database anda adalah : dimensi4_blogger. Selanjutnya jangan lupa klik tombol “Next Step“.

membuat database

Gambar 1 : Membuat nama database

Langkah berikutnya (kedua) kita akan membuat user dari database ini. Perhatikan gambar dibawah ini.

Isi bagian kosong dengan nama user, dalam hal ini kita isi dengan “blogger”, sehingga nama username database adalah : dimensi4_blogger. Jangan lupa isi passwordnya sebanyak 2x (pastikan passwordnya sama).

membuat database 02

Gambar 2 : Membuat Username & Password Database

Langkah terakhir pada tahapan ini adalah mengkoneksikan antara database “dimensi4_blogger” dengan user “dimensi4_blogger”. Perhatikan gambar dibawah ini

Pada tahapan ini, anda hanya perlu melakukan centang pada bagian “All Privilleges” dan kemudian klik “Make Changes” pada bagian bawah. Maka proses pembuatan dan koneksi database telah berhasil.

membuat database 3

Gambar 3 : Proses koneksi user dan database

Sampai disini proses pembuatan nama database beserta username sudah selesai kita buatkan. Nanti dalam proses instalasi website WordPress, data ini akan kita gunakan. Jadi, simpan data ini dengan baik.

Oh ya, untuk informasi tambahan anda juga bisa belajar membuat website sendiri disini

 

contoh blog pribadi
contoh judul blog pribadi
contoh isi blog pribadi
Tips memilih nama blog pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published.