Kenapa tujuan awal anda tidak tercapai

Home Umum Kenapa tujuan awal anda tidak tercapai
Kenapa tujuan awal anda tidak tercapai

Ada rasa tidak nyaman saat apa yang sudah anda rencanakan serta tetapkan tidak tercapai. Apalagi hal itu terkait dengan bisnis dan masa depan anda.

Rasanya nyesek sekali . . .

Banyak orang di dunia ini dan mungkin juga termasuk saya yang memiliki goals atau impian untuk memiliki dan mendapatkan sesuatu.

Tapi tidak bisa dipungkiri pula bahwa biasanya hanya sedikit yang berhasil dan bisa mewujudkan mimpinya tersebut. Tentu dengan banyak faktor yang menjadi pemicunya.

Sebagai pebisnis kitapun sudah seharusnya memiliki goals atau tujuan dari bisnis yang kita bangun.

Goals atau tujuan dari sebuah bisnis biasanya memiliki omset yang besar, produk disukai market Anda, reseller dimana-mana dan masih banyak lagi.

Tentunya setelah Anda menentukan targetnya Anda akan mencari jalan untuk mencapai kesana. Mencoba menemukan sebuah cara untuk mencapainya dengan mudah dan cepat.

Proses demi proses, langkah demi langkah anda jalani.

Sekarang pertanyaan menariknya adalah bagaimana kalau Anda melupakan tujuan Anda kemudian Anda hanya fokus terhadap langkah demi langkahnya, apakah akan tetap sampai ke tujuan Anda?

Saya kasih contoh lain, apabila Anda seorang yang kurus namun berharap bahwa badan Anda bisa berotot.

Maka jalan yang harus Anda lalui adalah dengan pergi ke tempat Gym kemudian latihan otot dada seminggu 2 kali, punggung 2 kali, bahu 2 kali setiap minggunya.

Pertanyaan serupa, apabila Anda lupakan soal menjadi berotot kemudian Anda hanya fokus pada menu latihannya saja apakah badan Anda akan berotot nantinya?

Menurut saya sih iya.

Jadi letak keberhasilan bukan pada goals atau tujuannya melainkan proses yang Anda lalui.

Kalau gitu apakah sebenarnya kita tidak perlu memiliki goals atau tujuan?

Goals tentu kita perlukan, goals bisa Anda gunakan sebagai penunjuk arah untuk kita melangkah.

Tanpa goals atau tujuan tentunya kita akan kebingungan mau melangkah kemana?.

Yang perlu Anda rubah adalah fokusnya.

Seseorang mengatakan :

Kita tidak bisa berfokus terhadap hasil, melainkan kepada trigger atau pemicu dari hasil tersebut.

Fokus yang salah akan melahirkan pencapaian yang salah juga.

Apa yang akan terjadi kalau Anda hanya berfokus terhadap goals bukan prosesnya?
Mencapai sebuah tujuan hanya akan merubah hidup Anda sementara.

Contoh kasus ketika Anda melihat sebuah ruangan dirumah Anda sangat berantakan kemudian Anda berharap bahwa ruangan tersebut bisa rapi dan enak dipandang.

Tidak berapa lama Anda begitu semangat, pada hari itu Anda berhasil merapikan ruangan yang mulanya berantakan tersebut.

Tetapi masalahnya adalah ketika kebiasaan yang membuat ruangan berantakan dari diri Anda masih belum hilang maka Anda hanya akan menemukan 2 atau 3 hari ruangan tersebut berantakan kembali.
Goals hanya membatasi kebahagiaan Anda.

Ketika fokus Anda hanya terhadap goals atau tujuan seringkali Anda berpikir kalau jika suatu saat ini tercapai maka Anda akan bersantai.

Kesalahan ketika Anda hanya berfokus terhadap goals adalah selalu menunda kebahagiaan.

Kalau tercapai saya bisa santai, kalau kecapai saya mau liburan, dan seterusnya.

Lain halnya ketika fokus Anda pada prosesnya maka Anda tidak perlu menunda-nunda sebuah kebahagiaan.

Anda bisa menikmati setiap proses yang Anda lakukan untuk mencapai goals tersebut. Dan itulah yang kami lakukan saat melakukan SEO terhadap banyak sekali website kami.

Saya sangat menikmati hari-hari dalam melakukan optimasi website. Baik itu optimasi onpage, off-page dan lainnya.

Proses demi proses ini membuat saya senang. Apalagi peringkat website terus naik hingga masuk ke halaman 1 Google.

Leave a Reply

Your email address will not be published.